Thursday, 19 March 2015

Perjalanan Hidup dengan AIHA (Berbagi Ilmu itu Indah^_^)

Posted by my blog is my life on Thursday, March 19, 2015 with 90 comments
Assalamualaikum sahabat-sahabatku ^_^ Alhamdulillah akhirnya masih diberi kesempatan untuk bisa berbagi kisah dan pengalaman yang tentunya bisa bermanfaat untuk kalian semua. Aku selalu berharap mudah-mudahan postinganku selalu bisa bermanfaat dan bisa menjadi motivasi untuk kalian yang membaca agar selalu bersyukur dengan apa yang kalian miliki sekarang. Karena di luar sana masih banyak orang yang mungkin tidak memiliki apa yang kalian miliki sekarang. Selalu bersyukur dan jangan suka mengeluh yaaa^_^ tetap semangat kawan.
Pada postingan sebelumnya aku bercerita tentang diagnosa dokter yang mengatakan bahwa aku terkena didiagnosa terkena anemia hemolitik. Sekarang alangkah baiknya kalau aku sedikit memberikan penjelasan tentang apa itu penyakit anemia hemolitik?
Sejak dokter pertama kali mendiagnosa kalau aku terkena penyakit itu aku selalu melalui artikel yang aku peroleh dari hasil browsing. Dari hasil browsing aku memperoleh informasi dan gambaran tentang apa itu anemia hemolitik.



Artikel pertama bersumber dari : http://tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com/2013/04/gejala-dan-peyebab-anemia-hemolitik.html

Penyakit anemia hemolitik
adalah salah satu jenis penyakit kekurangan darah yang disebabkan oleh meningkatnya proses penghancuran sel darah merah dalam tubuh. Apabila dibiarkan tentu keadaan seperti ini akan berdampak buruk pada penderita. Pada kondisi normal, sel darah merah akan bertahan dalam waktu 120 hari, namun pada penderita anemia hemolitik penghancuran sel darah merah terjadi lebih cepat. Hal ini akan menyebabkan penurunan sel darah merah, yang bersifat sementara atau secara terus menerus.

Gejala Anemia Hemolitik
Gejala anemia hemolitik hampir sama dengan anemia yang lain. Kadang-kadang gejala hemolisis terjadi secara tiba-tiba, terasa sangat berat dan menyebabkan krisis hemolitik, yang ditandai dengan:
§ Menggigil
§ Demam
§ Perasaan melayang
§ Nyeri punggung dan nyeri lambung
§ Penurunan tekanan darah.
§ Sakit kuning (jaundice) dan air kemih yang berwarna gelap bisa terjadi karena bagian dari sel darah merah yang hancur masuk ke dalam darah.
§ Limpa membesar karena menyaring sejumlah besar sel darah merah yang hancur, sehingga sering menyebabkan nyeri perut.

Penyebab Lain Anemia Hemolitik
Penyakit anemia sering terjadi akibat dari sumsum tulang tidak mampu mengatasi akibat dari usia sel darah merah yang pendek, atau bisa juga terjadi akibat gangguan dari beberapa faktor. Sumsum tulang akan berusaha mengganti dan mempercepat pembentukan sel darah merah, dan apabila keadaan tersebut terjadi terus menerus akan menyebabkan anemia hemolitik. Terjadinya seseorang menderita penyakit anemia hemolitik yaitu akibat dari adanya beberapa faktor yang menjadi pemicunya, seperti :
§ Adanya kelainan pada sel darah merah pada tubuh (seperti adanya kelainan kelainan pada kandungan hemoglobin, kelainan pada fungsi sel darah merah, dll).
§ Ada penyakit tertentu (seperti penyakit kanker tertentu terutama limfoma atau lupus eritematosus sistemik).
§ Konsumsi obat-obatan tertentu (seperti dapson, metildopa, hingga golongan sulfa).
§ Terjadi sumbatan pada pembuluh darah.
§ Terjadi pembesaran pada limpa.
§ Sistem kekebalan yang menghancurkan reaksi autoimun.
Apabila anda orang didekat anda mengalami gejala penyakit ini, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk pengobatan. Apabila Anemia hemolisis yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan batu empedu yang berpigmen, dimana batu empedu berwarna gelap yang berasal dari pecahan sel darah merah.

Dan dari artikel kedua yang mewakili penjelasan dari Anemia Hemolitik, bersumber dari: http://indonesiaindonesia.com/f/13478-anemia-hemolitik/

DEFINISI
Anemia Hemolitik adalah anemia yang terjadi karena meningkatnya penghancuran sel darah merah. Dalam keadaan normal, sel darah merah mempunyai waktu hidup 120 hari. Jika menjadi tua, sel pemakan dalam sumsum tulang, limpa dan hati dapat mengetahuinya dan merusaknya.
Jika suatu penyakit menghancurkan sel darah merah sebelum waktunya (hemolisis), sumsum tulang berusaha menggantinya dengan mempercepat pembentukan sel darah merah yang baru, sampai 10 kali kecepatan normal. Jika penghancuran sel darah merah melebihi pembentukannya, maka akan terjadi anemia hemolitik.

PEMBESARAN LIMPA
Banyak penyakit yang dapat menyebabkan pembesaran limpa. Jika membesar, limpa cenderung menangkap dan menghancurkan sel darah merah; membentuk suatu lingkaran setan, yaitu semakin banyak sel yang terjebak, limpa semakin membesar dan semakin membesar limpa, semakin banyak sel yang terjebak.
Anemia yang disebabkan oleh pembesaran limpa biasanya berkembang secara perlahan dan gejalanya cenderung ringan. Pembesaran limpa juga seringkali menyebabkan berkurangnya jumlah trombosit dan sel darah putih. Pengobatan biasanya ditujukan kepada penyakit yang menyebabkan limpa membesar. Kadang anemianya cukup berat sehingga perlu dilakukan pengangkatan limpa (splenektomi).

KERUSAKAN MEKANIK PADA SEL DARAH MERAH
Dalam keadaan normal, sel darah merah berjalan di sepanjang pembuluh darah tanpa mengalami gangguan. Tetapi secara mekanik sel darah merah bisa mengalami kerusakan karena adanya kelainan pada pembuluh darah (misalnya suatu aneurisma), katup jantung buatan atau karena tekanan darah yang sangat tinggi. Kelainan tersebut bisa menghancurkan sel darah merah dan menyebabkan sel darah merah mengeluarkan isinya ke dalam darah.
Pada akhirnya ginjal akan menyaring bahan-bahan tersebut keluar dari darah, tetapi mungkin saja ginjal mengalami kerusakan oleh bahan-bahan tersebut. Jika sejumlah sel darah merah mengalami kerusakan, maka akan terjadi anemia hemolitik mikroangiopati. Diagnosis ditegakkan bila ditemukan pecahan dari sel darah merah pada pemeriksaan contoh darah dibawah mikroskop. Penyebab dari kerusakan ini dicari dan jika mungkin, diobati.

REAKSI AUTOIMUN
Kadang-kadang sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan fungsi dan menghancurkan selnya sendiri karena keliru mengenalinya sebagai bahan asing (reaksi autoimun). Jika suatu reaksi autoimun ditujukan kepada sel darah merah, akan terjadi anemia hemolitik autoimun.
Anemia hemolitik autoimun memiliki banyak penyebab, tetapi sebagian besar penyebabnya tidak diketahui (idiopatik). Diagnosis ditegakkan jika pada pemeriksaan laboratorium ditemukan antibodi (autoantibodi) dalam darah, yang terikat dan bereaksi terhadap sel darah merah sendiri. Anemia hemolitik autoimun dibedakan dalam dua jenis utama, yaitu anemia hemolitik antibodi hangat (paling sering terjadi) dan anemia hemolitik antibodi dingin.
Anemia Hemolitik Antibodi Hangat.
Anemia Hemolitik Antibodi Hangat adalah suatu keadaan dimana tubuh membentuk autoantibodi yang bereaksi terhadap sel darah merah pada suhu tubuh. Autoantibodi ini melapisi sel darah merah, yang kemudian dikenalinya sebagai benda asing dan dihancurkan oleh sel perusak dalam limpa atau kadang dalam hati dan sumsum tulang. Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita.
Sepertiga penderita anemia jenis ini menderita suatu penyakit tertentu (misalnya limfoma, leukemia atau penyakit jaringan ikat, terutama lupus eritematosus sistemik) atau telah mendapatkan obat tertentu, terutama metildopa. Gejalanya seringkali lebih buruk daripada yang diperkirakan, mungkin karena anemianya berkembang sangat cepat. Limpa biasanya membesar, sehingga bagian perut atas sebelah kiri bisa terasa nyeri atau tidak nyaman.
Pengobatan tergantung dari penyebabnya. Jika penyebabnya tidak diketahui, diberikan kortikosteroid (misalnya prednison) dosis tinggi, awalnya melalui intravena , selanjutnya per-oral (ditelan). Sekitar sepertiga penderita memberikan respon yang baik terhadap pengaobatan tersebut. Penderita lainnya mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat limpa, agar limpa berhenti menghancurkan sel darah merah yang terbungkus oleh autoantibodi. Pengangkatan limpa berhasil mengendalikan anemia pada sekitar 50% penderita. Jika pengobatan ini gagal, diberikan obat yang menekan sistem kekebalan (misalnya siklosporin dan siklofosfamid).
Transfusi darah dapat menyebabkan masalah pada penderita anemia hemolitik autoimun. Bank darah mengalami kesulitan dalam menemukan darah yang tidak bereaksi terhadap antibodi, dan transfusinya sendiri dapat merangsang pembentukan lebih banyak lagi antibodi.
Anemia Hemolitik Antibodi Dingin
Anemia Hemolitik Antibodi Dingin adalah suatu keadaan dimana tubuh membentuk autoantibodi yang bereaksi terhadap sel darah merah dalam suhu ruangan atau dalam suhu yang dingin.
Anemia jenis ini dapat berbentuk akut atau kronik. Bentuk yang akut sering terjadi pada penderita infeksi akut, terutama pneumonia tertentu atau mononukleosis infeksiosa. Bentuk akut biasanya tidak berlangsung lama, relatif ringan dan menghilang tanpa pengobatan. Bentuk yang kronik lebih sering terjadi pada wanita, terutama penderita rematik atau artritis yang berusia diatas 40 tahun.
Bentuk yang kronik biasanya menetap sepanjang hidup penderita, tetapi sifatnya ringan dan kalaupun ada, hanya menimbulan sedikit gejala. Cuaca dingin akan meningkatkan penghancuran sel darah merah, memperburuk nyeri sendi dan bisa menyebabkan kelelahan dan sianosis (tampak kebiruan) pada tangan dan lengan. Penderita yang tinggal di daerah bercuaca dingin memiliki gejala yang lebih berat dibandingkan dengan penderita yang tinggal di iklim hangat.
Diagnosis ditegakkan jika pada pemeriksaan laboratorium ditemukan antibodi pada permukaan sel darah merah yang lebih aktif pada suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh. Tidak ada pengobatan khusus, pengobatan ditujukan untuk mengurangi gejala-gejalanya. Bentuk akut yang berhubungan dengan infeksi akan membaik degnan sendirinya dan jarang menyebabkan gejala yang serius. Menghindari cuaca dingin bisa mengendalikan bentuk yang kronik.

HEMOGLOBINURIA PAROKSISMAL NOKTURNAL
Hemoglobinuria Paroksismal Nokturnal adalah anemia hemolitik yang jarang terjadi, yang menyebabkan serangan mendadak dan berulang dari penghancuran sel darah merah oleh sistem kekebalan. Penghancuran sejumlah besar sel darah merah yang terjadi secara mendadak (paroksismal), bisa terjadi kapan saja, tidak hanya pada malam hari (nokturnal), menyebabkan hemoglobin tumpah ke dalam darah. Ginjal menyaring hemoglobin, sehingga air kemih berwarna gelap (hemoglobinuria). Anemia ini lebih sering terjadi pada pria muda, tetapi bisa terjadi kapan saja dan pada jenis kelamin apa saja.
Penyebabnya masih belum diketahui. Penyakit ini bisa menyebabkan kram perut atau nyeri punggung yang hebat dan pembentukan bekuan darah dalam vena besar dari perut dan tungkai. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium yang bisa menemukan adanya sel darah merah yang abnormal, khas untuk penyakit ini. Untuk meringankan gejala diberikan kortikosteroid (misalnya prednison). Penderita yang memiliki bekuan darah mungkin memerlukan antikoagulan (obat yang mengurangi kecenderungan darah untuk membeku, misalnya warfarin). Transplantasi sumsum tulang bisa dipertimbangkan pada penderita yang menunjukkan anemia yang sangat berat.

PENYEBAB
Sejumlah faktor dapat meningkatkan penghancuran sel darah merah:
- Pembesaran limpa (splenomegali)
- Sumbatan dalam pembuluh darah
- Antibodi bisa terikat pada sel darah merah dan menyebabkan sistem kekebalan menghancurkannya dalam suatu reaksi autoimun
- Kadang sel darah merah hancur karena adanya kelainan dalam sel itu sendiri (misalnya kelainan bentuk dan permukaan, kelainan fungsi atau kelainan kandungan hemoglobin)
- Penyakit tertentu (misalnya lupus eritematosus sistemik dan kanker tertentu, terutama limfoma)
- Obat-obatan (misalnya metildopa, dapson dan golongan sulfa).

GEJALA
Gejala dari anemia hemolitik mirip dengan anemia yang lainnya. Kadang-kadang hemolisis terjadi secara tiba-tiba dan berat, menyebabkan krisis hemolitik, yang ditandai dengan:
- demam
- menggigil
- nyeri punggung dan nyeri lambung
- perasaan melayang
- penurunan tekanan darah yang berarti.
- Sakit kuning (jaundice) dan air kemih yang berwarna gelap bisa terjadi karena bagian dari sel darah merah yang hancur masuk ke dalam darah.
- Limpa membesar karena menyaring sejumlah besar sel darah merah yang hancur, kadang menyebabkan nyeri perut.
Hemolisis yang berkelanjutan bisa menyebabkan batu empedu yang berpigmen, dimana batu empedu berwarna gelap yang berasal dari pecahan sel darah merah.

Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan buat kita semua \^_^/

Thursday, 12 March 2015

Perjalanan Hidup dengan AIHA Part IV

Posted by my blog is my life on Thursday, March 12, 2015 with 18 comments


Assalamualaikum sahabat semua^_^ melanjutkan kisah yang sempat terputus ceritanya kemarin yaa. Semoga postinganku kali ini bermanfaat untuk kalian semua. Selamat membaca

Tiba-tiba mimisan
Setelah Ibuku mendapat resep obat dari dokter via telepon yang saat itu aku lupa nama obatnya. Aku segera minum obat itu agar darah yang keluar dari hidungku segera berhenti. Setelah beberapa menit, Alhamdulillah aku sudah tidak mimisan lagi. Dan aku sangat bersyukur karena aku tidak jadi dibawa ke rumah sakit lagi. Ini mungkin hanya efek kecapekan.

Tuesday, 10 March 2015

Perjalanan Hidup dengan AIHA Part III

Posted by my blog is my life on Tuesday, March 10, 2015 with 4 comments

Assalamualaikum sahabat^_^ lanjut lagi ke perjalanan kisahku dengan AIHA yang selalu setia mendampingiku. Semoga kisahku ini bermanfaat untuk sahabat semuanya dimanapun kalian berada. Tetap semangat ya\^_^/...

Hasil endoskopi ternyata?
Setelah sebelumnya dokter merasa kebingungan saat melihat aku mengeluh kesakitan saat rasa sakit itu kambuh, sampai-sampai dokter menyuruh Ibuku untuk mengompres perutku dengan air hangat. Dan rasa sakit di perutku itu tak kunjung mereda. Dan begitu juga ketika sudah diberi antinyeri hanya sebentar saja bereaksi tapi kalau sudah habis obatnya maka akan sangat-sangat terasa sakit sekali. Bahkan saking bingungnya dokter pernah menyarankan untuk kerokan dengan balsem saja.

Saturday, 7 March 2015

Perjalanan Hidup dengan AIHA Part II

Posted by my blog is my life on Saturday, March 07, 2015 with 7 comments

Pengobatan saat sudah mengetahui aku terkena anemia hemolitik
Setelah melalui beberapa tes dan opname-opname yang sudah tidak bisa dihitung lagi sudah berapa kali, aku pun mulai menjalani rawat jalan. Dokter juga sudah tidak merasa ragu lagi dengan obat-obat yang diberikan kepadaku. Saat itu aku masih belum bisa mengikuti pembelajaran di sekolah, karena aku harus menjalani masa perawatan untuk penyembuhan dan pemulihan kondisiku setelah diketahui aku terkena anemia hemolitik.

Thursday, 5 March 2015

Perjalanan Hidup dengan AIHA Part I

Posted by my blog is my life on Thursday, March 05, 2015 with No comments

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada postingan kali ini aku akan berbagi kisah kepada kalian semua tentang penyakit yang menemaniku sepanjang perjalanan hidup. Banyak sekali liku-liku yang harus aku lalui akibat sakit ini. Bahkan untuk mendiagnosa dan menetapkan penyakit apa yang aku derita, dokter agaknya mengalami kesulitan. Sehingga aku harus bolak balik masuk rumah sakit dan diopname. Sampai akhirnya terungkap apa penyakit yang aku derita sebenarnya.

Thursday, 19 February 2015

Motivasi Hidup Part III

Posted by my blog is my life on Thursday, February 19, 2015 with 8 comments


ALLAH TELAH MENGATUR YANG TERBAIK UNTUK KITA \^_^/

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semuanya sudah Allah atur untuk kita jalani sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Karena Allah tidak akan memberikan ujian kepada manusia melebihi kemampuan yang dimiliki. Ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 286: Laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa (Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya).
Bahkan ketika kita sudah merasa tidak sanggup untuk menghadapi permasalahan yang ada di kehidupan kita, Allah akan memberikan pertolongan kepada kita melalui perantara yang tak terduga, sampai-sampai muncul pertanyaan dalam hati kita  “untung saja ada yang baik hati membantuku, andai tidak ada yang membantu bagaimana aku bisa menghadapi semuanya?”

Thursday, 12 February 2015

Motivasi Hidup Part II

Posted by my blog is my life on Thursday, February 12, 2015 with No comments

AKU DAN SEGALA KEKURANGANKU

Membicarakan kekurangan diri sendiri memang tak akan ada habisnya. Padahal apabila kita mau melihat sekitar kita masih banyak orang-orang yang lebih merasa dirinya menjadi orang yang menderita sedunia. Kalian tidak sendiri kawan, masih banyak orang lain yang menurut kita hidupnya menyenangkan setelah kita telusuri ternyata itu lebih menyakitkan dan dalam hati kita akan berkata bahwa “ ternyata masih ada orang lain yang lebih menderita dari pada aku”