Showing posts with label Berbagi Ilmu Itu Indah ^_^. Show all posts
Showing posts with label Berbagi Ilmu Itu Indah ^_^. Show all posts

Thursday, 13 April 2017

Ketika AIHA Berlanjut jadi APS (Berbagi Ilmu itu Indah ^_^)

Posted by my blog is my life on Thursday, April 13, 2017 with 2 comments

📝Apa itu APS❓❓

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Apa kabar sahabatku semua? Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat kepada kita semua. Kali ini saya akan memposting artikel yang saya peroleh dari berbagai sumber tentang APS (anti phospolipid syndrom).
Setelah beberapa hari saya memposting kisah perjalanan hidup yang berlanjut menjadi APS tentunya kalian bertanya-tanya sebenarnya apa APS itu?

Yuuuk langsung saja baca artikel di bawah ini.😀👇

👉Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sindrom_antibodi_antifosfolipid

Sindrom antibodi antifosfolipid (bahasa Inggris :Antiphospholipid antibody syndrom) disingkat APS adalah gangguan pada sistem pembekuan darah yang dapat menyebabkan thrombosis pada arteri dan vena serta dapat menyebabkan gangguan pada kehamilan yang berujung pada keguguran . Disebabkan karena produksi antibodi sistem kekebalan tubuh terhadap membran sel. Sering disebut juga sebagai sindrom Hughes untuk menghargai jasa penemunya rheumatologis Dr Graham R.V. Hughes (dari rumah sakit St Thomas, London, Britania Raya).

Dalam keadaan normal, antibodi berfungsi baik untuk melawan kuman dan infeksi yang disebabkan virus , akan tetapi kadang-kadang sistem kekebalan tubuh mengalami kerusakan sehingga menyerang tubuh sendiri. Antibodi APS ini dapat dideteksi dengan tes darah tertentu. Apabila seseorang dideteksi memiliki antibodi ini, dapat dipastikan orang tersebut dapat mengalami masalah-masalah tertentu.

APS menyebabkan orang merasa lelah, sakit pada persendian, akan tetapi pada bisa juga tidak memiliki gejala-gejala tersebut. Kadang kala APS juga diasosiasikan dengan penyakit yang disebut systemic lupus erythematosis (SLE).

Masalah-masalah yang dapat ditimbulkan oleh antibodi APS ini antara lain:
Keguguran berulang pada kehamilan awal
Keguguran setelah semester pertama (13 minggu)
1. Pre-eclampsia dalam kehamilan
2. Bayi berukuran kecil
3. Thrombosis pada pembuluh darah balik (vena )
4. Antibodi ini ditemukan pada 2% wanita.

Tidak semua orang yang dideteksi memiliki antibodi ini akan mengalami masalah di atas. Kadar antibodi ini dapat meningkat ataupun menurun dan bahkan menghilang, jadi untuk dapat mengatakan seseorang memiliki antibodi ini diperlukan tes ulang dengan jangka waktu 8 minggu dari tes pertama dan tetap positif.

Salah satu masalah serius yang ditimbulkan oleh APS adalah keguguran berulang. Pengobatan antara lain dilakukan dengan memberikan aspirin dosis rendah pada tahap awal kehamilan. Kadang kala dikombinasikan dengan obat yang bernama heparin yang berbentuk suntikan.

Antibodi antifosfolipid menekan kadar zat yang disebut annexin V dan mempercepat pembekuan darah serta memicu bekuan darah (trombosis) sehingga terjadi keguguran. Antibodi terhadap antifosfolipid juga mengganggu peran pengaturan berbagai faktor dalam sistem pembekuan darah. Untuk mencegah terjadinya abortus akibat APS, maka Ibu hamil diberikan suntikan obat antikoagulan yang disebut heparin, dengan atau tanpa kombinasi dengan aspirin dosis rendah. Antikoagulan yang diberikan memang harus dengan pemberian heparin yang disuntikkan dan pada kehamilan tidak boleh digunakan obat-obat antikoagulan yang diminum seperti warfarin (Sintrom, Simarck-2) karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Diagnosis
Beberapa tes yang dilakukan untuk mendeteksi gejala APS antara lain adalah:
Tes ACA (antibodi antikardiolipin) (bahasa Inggris : anticardiolipin antibody).
Tes LA (lupus antikoagulan) ( bahasa Inggris :lupus anticoagulant)

👉Sumber artikel yang kedua:
http://www.ummi-online.com/12-gejala-pengentalan-darah.html

Sahabat Ummi, pernah mendengar penyakit pengentalan darah? Penyakit ini dikenal juga dengan nama sindrom Hughes atau sindrom ACA (Antibodi Anticardiolipin) atau dalam bahasa medisdikenal sebagai Antiphospholipid Syndromes (APS)

12 gejala pengentalan darah:

- Sakit kepala atau migraine

Penderita sering migrain atau sakit kepala di usia muda. Ini merupakan salahsatu tanda penting dari sindrom Hughes. Sakit kepala akan meningkat ketika dilakukan pengobatan. Merasa limbung ketika berjalan dan seperti melihat kilatancahaya juga menyertai sakit kepala yang dirasakan penderita.

-Merasa mabuk atau seperti mabuk

Disebabkan pasokan oksigen ke otak yang berkurang akibat pengentalan darah sehingga terjadi gangguan keseimbangan. Banyak penderita yang mengeluh merasa seperti mabuk atau sering mereka sebut vertigo. Jika hal ini terjadi dapat mengakibatkan berbagai kecelakaan pada penderita.

-Hilang ingatan

Terjadi penurunan ingatan atau daya ingat. Menurunnya atau bahkan kehilangan daya ingat karena suplai oksigen yang dibawa oleh darah ke otak berkurang. Banyak penderita yang lupa nama teman atau keluarga, hal-hal yang harus mereka lakukan atau lupa apa yang baru saja dikatakan. Biasanya daya ingat akan meningkat setelah diterapi

-Air seni berwarna kemerahan

Saat melewati Ginjal (tempat menyaring racun dari darah), ginjal akan bekerja ekstra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarangdarah kentalbisa menyebabkan perobekan pada glomerulus. Akibatnya air seni akan berwarna kemerahan, tandamulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus dapat merusak fungsi ginjal yang dapat mengakibatkan darah tercampur dengan urin, sehingga harus dilakukan cuci darah (hemodialisa)terus menerus seumur hidup.

-Gangguan penglihatan

Penderita dapat mengalami pandangan ganda, berbayang, bahkan sama sekali tidak melihat. Hal ini terjadi karena pasokan darah ke jaringan arteri dan vena mata mengalami hambatan akibat darah mengental.

-Gangguan kulit

Banyak penderita sindromdarah kental mengeluhkan gangguan kulit berupa noda disekitar lengan dan kaki (istilah medisnya livedo reticularis) berupa bercak merah kebiruan di kulit yang disebabkan gangguan pembuluh darah.

-Trombosis

Trombosis atau darah menggumpal terjadi jika sindrom ini tidak ditangani secara serius. Trombosis dapat terjadi pada organ mana saja, termasuk yang vital seperti mata, hati dan ginjal.Trombosis adalah proses koagulasi dalam pembuluh darah yang berlebihan sehingga menghambat aliran darah.Trombosis dapat terjadi di pembuluh darah arteri, kondisi ini berhubungan dengan elektrostatis yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah vena. Terjadinya proses trombosis dimulai dengan terbentuknya trombus (gumpalan bekuan darah).Pembentukan trombus dimulai dengan melekatnya trombosit-trombosit pada permukaan endotel pembuluh darah atau jantung. Darah yang mengalir menyebabkan makin banyak trombosit tertimbun pada daerah tersebut. Jika aliran darah cepat maka trombus ini dapat terlepas dari dinding pembuluh darah kapiler, yang dapat menyebabkan sumbatan.Bila sumbatan ini terjadi di pembuluh darah otak dapat menyebabkan stroke; bila terjadi di pembuluh darah jantung dapat terjadi serangan jantung; bila terjadi di pembuluh darah ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal; bila terjadi di pembuluh darah di mata dapat terjadi kebutaan.

-Serangan jantung

Sindrom darah kental dapat memicu serangan jantung dan masalah pada katup jantung serta menimbulkan penggumpalan pada serambi atas jantung.Semua ini berawal dari adanya trombus. Trombus dapat terjadi di pembuluh darahjantung (arteria coronaria) maupun di organ jantung sendiri, biasanya di katup-katup jantung. Bila trombus menyumbat pembuluh darah koroner maka dapat timbul serangan jantung, dan bila tertimbun di katup jantung dapat menyebabkan gagal jantung.

-Stroke

Penyakit yang paling ditakuti akibat penggumpalan darah adalah stroke, yangdapat menyebabkan kelumpuhan. Stroke dapat terjadi bila trombus yang timbul menyumbat pembuluh darah otak sehingga menyebabkan gangguan suplai nutrisi dan oksigen ke sel otak.

-Penyumbatan paru

Penyumbatan pada paru terjadi bila pembuluh darah yang mengalir ke paru-paru tersumbat akibat darah menggumpal. Gumpalan darah pada paru-paru menimbulkan nyeri di dada, napas pendek atau tersengal. Penyumbatan paru yang sudah parah dapat berakibat fatal.

-Gangguan pada usus

Sindrom darah kental dapat mempengaruhi aliran darah ke usus sehingga menyebabkan sakit pada bagian perut, demam ataupun pendarahan pada anus ketika duduk.

-Keguguran berulang

Sindrom Hughes ini jika menimpa ibu hamil dapat menyebabkan keguguran. Karena itu, bagi Sahabat Ummi yang pernah keguguran, ada baiknya secara rutin memeriksakan diri ke dokter.Mengentalnya darah dapat mengganggu sirkulasi nutrisi dan oksigen ke janin. Semakin kental darah, asupan makanan ke janin rentan terhenti, akibatnya janin bisa meninggal atau gugur. Tak hanya mengenai bayi, sindrom ini juga bisa berdampak buruk bagi ibu yang mengalami keguguran.

Nah, jadi sudah jelas kan? Apa itu APS, bagaimana gejala2 nya, dan bahayanya seperti apa.

Untuk itu sahabatku, kalian harus banyak bersyukur karena Allah telah memberikan kesehatan yang tak ternilai harganya. 😇

Dan untuk sahabat-sahabatku yang juga senasib memiliki penyakit ini, bersabarlah. Allah telah memiliki rencana yang terbaik untuk kita.

Tetap semangat untuk menjalani hidup💪😀

Tuesday, 28 April 2015

Perjalanan Hidup dengan AIHA (Berbagi Ilmu itu Indah ^_^)

Posted by my blog is my life on Tuesday, April 28, 2015 with 1 comment




Penyakit ITP adalah singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. Idiopathic berarti tidak diketahui penyebabnya.Thrombocytopenic berarti darah yang tidak cukup memiliki sel darah merah (trombosit). Purpura berarti seseorang memiliki luka memar yang banyak (berlebihan). Anda mungkin juga mendengar istilah ITP ini sebagai singkatan dari Immune Thrombocytopenic Purpura.
Trombosit dalam darah turun bukan berarti terkena demam berdarah, karena pada penyakit ITP menunjukan jumlah trombosit dalam darah yang rendah sekali. Secara normal trombosit dalam darah berkisar antara 150.000-450.000/dl. Pada anak yang memiliki ITP kadar trombositnya bisa di bawah 50.000/dl, sehingga dapat menimbulkan perdarahan.
Penyakit ITP di bagi dalam dua klasifikasi;
1.     Akut yaitu jika sembuh dalam jangka 6 bulan
2.    Kronik jika penyakit berterusan selama 6 bulan atau lebih
Penyebab penyakit ITP ini tidak diketahui. Seseorang yang menderita penyakit ITP, dalam tubuhnya membentuk antibodi yang mampu menghancurkan sel-sel darah merahnya. Dalam kondisi normal, antibodi adalah respons tubuh yang sehat terhadap bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Tetapi untuk penderita penyakit ITP, antibodinya bahkan menyerang sel-sel darah merah tubuhnya sendiri.
Tanda – tanda penyakit ITP
Biasanya penghidap penyakit ITP akan mengalami beberapa tanda yang menunjukkan bahwa mereka menghidap penyakit ITP. Tanda penyakit ITP dapat timbul secara tiba-tiba (akut) atau muncul secara perlahan (kronik). Berikut tanda –tandanya:
-        Pendarahan pada hidung
-        Pendarahan pada gigi
-        Mengalami lebam di anggota badan
Gejala penyakit ITP
-        Bintik-bintik merah di kulit sebesar hujung jarum
-        Memar tanpa penyebab yang pasti
-        Perdarahan gusi dan hidung
Ada 2 tipe ITP
Tipe pertama umumnya menyerang kalangan anak-anak, sedangkan tipe lainnya menyerang orang dewasa. Anak-anak berusia 2 hingga 4 tahun yang umumnya menderita penyakit ini.
Penyakit ITP untuk orang dewasa, sebagian besar dialami oleh wanita muda, tapi dapat pula terjadi pada siapa saja. ITP bukanlah penyakit keturunan.
Pengobatan pada penyakit ITP
Pengobatan penyakit ITP umumnya tidak memerlukan pengobatan yang serius tetapi bila terjadi perdarahan dan jumlah trombosit menurun hingga dibawah 20.000/ul maka dianjurkan untuk transfusi trombosit. Pengobatan lain yang dapat diberikan adalah dengan pemberian kortikosteroid dan dihentikan obat ini bila sudah meningkat jumlah trombositnya.
Perhatian yang harus diingat pada penderita penyakit ITP adalah hindari obatan yang dapat meningkatkan perdarahan seperti aspirin, hindari benturan yang membuat luka.

Artikel ini bersumber dari :

Perjalanan Hidup dengan AIHA (Berbagi Ilmu itu Indah^_^)

Posted by my blog is my life on Tuesday, April 28, 2015 with No comments
Apa itu Deep Vein Thrombosis (DVT)?


Apa itu Trombosis Deep Vein?
Deep vein thrombosis mengacu pada gumpalan darah yang berkembang di dalam vena yang lebih besar - biasanya jauh di dalam kaki bagian bawah atau paha. DVT menyerang sekitar setengah juta orang Amerika setiap tahun dan menyebabkan sampai 100.000 kematian. Bahayanya adalah bahwa bagian dari pembekuan ini bisa pecah dan bergerak  melalui aliran darah, di mana ia dapat menetap di paru-paru yang menyebabkan penyumbatan dalam aliran darah, kerusakan organ dan kematian.
Gejala Deep Vein Trombosis
Sayangnya, DVT sering terjadi tanpa disadari. Sekitar setengah dari penderita DVT tidak memiliki tanda-tanda peringatan. Gejala mungkin termasuk:
  • Kemerahan
  • Pembengkakan
  • Nyeri atau sakit
Ini terjadi di daerah pembekuan darah, yang biasanya di kaki
Bahaya DVT: Pulmonary Embolism
Jika bagian dari bekuan tersebut pecah dan bergerak melalui aliran darah, hasilnya bisa mengancam jiwa. Bekuan dapat menghalangi suplai darah ke paru-paru ini disebut emboli paru. Gejala termasuk kesulitan bernapas, tekanan darah rendah, pingsan, denyut jantung cepat, nyeri dada, dan batuk darah. Jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut, segera hubungi 911 atau pergi ke UGD.
Apa Penyebab DVT?
Apa pun yang merusak lapisan dalam pembuluh darah dapat menyebabkan DVT, termasuk pembedahan, cedera, atau respon sistem kekebalan tubuh. Darah yang kental atau yang mengalir terlalu lambat lebih mungkin untuk membentuk bekuan, terutama di pembuluh darah yang sudah rusak. Hal-hal lain yang dapat meningkatkan risiko pembekuan darah termasuk kelainan genetik, perubahan hormon, dan kurang gerak.
Siapa Pada Risiko untuk DVT?
Orang dengan risiko yang lebih tinggi dari DVT meliputi:
  • Orang yang memiliki kanker
  • Orang yang telah menjalani operasi
  • Siapa saja yang istirahat panjang di ranjang
  • Orang tua
  • Perokok
  • Melakukan perjalanan jarak jauh
  • Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas
DVT dan Kehamilan
Wanita memiliki risiko lebih besar terkena DVT selama kehamilan dan empat sampai enam minggu setelah melahirkan. Hal ini disebabkan tingkat estrogen yang lebih tinggi, yang mungkin membuat darah lebih mudah menggumpal. Tekanan dari rahim yang berkembang juga dapat menghambat aliran darah dari vena. Kelainan darah tertentu dapat meningkatkan risiko bahkan lebih.
DVT dan KB Hormonal
Seperti pada kehamilan, kontrasepsi hormonal dan terapi hormon pasca-menopause mengubah kimia darah dan dapat meningkatkan risiko DVT, bahkan pada wanita yang tidak memiliki kelainan darah.

DVT dan Perjalanan
Bepergian ke tempat-tempat baru dan jauh bisa menjadi menarik. Tetapi bukan duduk di kursi utama untuk penerbangan internasional yang panjang. Studi menunjukkan perjalanan jarak jauh yang berlangsung lebih dari empat jam menggandakan risiko terkena DVT. Ini termasuk perjalanan melalui udara, bus, kereta api, atau mobil. Tidak bergerak dalam kondisi sempit dapat menyebabkan aliran darah lamban.
Mendiagnosis DVT
USG sering digunakan untuk mendiagnosis DVT. Dengan menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambaran aliran darah pada daerah yang terkena dan dapat mengungkapkan gumpalan yang ada. Sebelum merekomendasikan USG, dokter akan menguji dan memeriksa Anda untuk tanda-tanda DVT. Anda mungkin akan ditanyai tentang riwayat kesehatan Anda, obat yang sedang Anda gunakan, riwayat keluarga, dan tentang faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan resiko DVT.

Mengobati DVT: Anticoagulants
Anticoagulants, yang membuat darah lebih encer, adalah pengobatan DVT paling umum. Mereka termasuk warfarin, yang diambil sebagai pil, serta heparin yang disuntikkan. Mereka tidak bisa memecah bekuan yang sudah ada, tetapi mereka bisa mencegahnya menjadi semakin besar - memberikan tubuh waktu untuk melarutkan bekuan dengan sendiri. Anticoagulants juga dapat mencegah penggumpalan baru.
Mengobati DVT: Clot Busters
Obat-obatan yang melarutkan bekuan darah sebenarnya disebut Trombolitik. Mereka yang dapat menyebabkan dengan tiba-tiba, pendarahan parah, sehingga mereka hanya digunakan dalam keadaan darurat, misalnya untuk melarutkan bekuan darah yang mengancam jiwa yang sedang melakukan perjalanan ke paru-paru dan menyebabkan gejala parah. Trombolitik diberikan oleh IV di lingkungan rumah sakit.
Efek Samping Pengobatan DVT
Karena anticoagulants mengencerkan darah, orang yang menggunakan mereka mungkin mendapatkan sering lebih mudah memar atau berdarah. Perdarahan internal dapat mengancam jiwa, jadi jika Anda mengambil anticoagulant secara oral, dokter akan memeriksa darah Anda untuk memastikan itu tidak terlalu encer.
Tanda-tanda Peringatan Perdarahan internal
Tanda-tanda perdarahan dalam perut termasuk rasa sakit, muntah yang kelihatan merah atau tampak seperti bubuk kopi, dan tinja merah terang atau hitam. Pendarahan di otak dapat menyebabkan sakit kepala parah atau gejala stroke seperti perubahan visi, gerakan abnormal, dan kebingungan. Hubungi 911 atau pergi ke UGD jika Anda mengembangkan gejala-gejala tersebut. Juga diperiksakan ke dokter jika Anda mengalami perdarahan yang banyak hanya karena luka ringan.  
Mengobati DVT: Vena Cava Filter
Jika Anda tidak dapat mengambil anticoagulants atau mereka tidak bekerja, dokter mungkin merekomendasikan dengan cara memasukkan filter ke pembuluh darah besar yang disebut vena cava. Filter ini menangkap gumpalan yang memisahkan diri dan mencegah mereka dari melakukan pergerakan ke paru-paru. Filter tidak dapat menghentikan penggumpalan baru dari pembentukan atau menyembuhkan DVT itu sendiri, tetapi dapat mencegah emboli paru yang mengancam jiwa.
Mengobati DVT: Compression Stockings
Compression Stockings diterapkan untuk menjaga tekanan darah di kaki dari genangan dan pembekuan. Mereka mengurangi pembengkakan dan membantu meringankan rasa tidak nyaman di kaki di mana bekuan telah terbentuk. Anda bisa mendapatkan Compression Stockings di toko atau dengan resep. Stoking yang diresepkan memberikan tekanan yang lebih besar.  
Mengobati DVT: Home Care
Untuk mengurangi pembengkakan dan ketidaknyamanan, menjaga kaki yang terkena diangkat bila memungkinkan. Jika dokter Anda telah merekomendasikan stoking kompresi, pastikan untuk memakainya bahkan ketika Anda sedang di rumah.
Komplikasi Jangka Panjang DVT 
Setelah gumpalan darah hilang, DVT kadang-kadang meninggalkan kartu panggilan yang tidak menyenangkan. Anda mungkin memiliki pembengkakan, perubahan warna kulit, dan nyeri jangka panjang di mana bekuan tersebut terjadi. Gejala ini, dikenal sebagai sindrom pasca-trombotik, kadang-kadang muncul bahkan setahun setelah bekuan darah.  
Mencegah DVT: Latihan
Menjadi aktif meningkatkan aliran darah Anda, mencegahnya tergenang dan pembekuan. Melatih otot-otot kaki bagian bawah khususnya dapat membantu mencegah DVT. Bila Anda tidak aktif - di meja Anda, misalnya - mengambil masa istirahat untuk meregangkan kaki Anda. Bangunlah dan berjalan-jalan jika Anda bisa. Sering latihan juga mengurangi risiko obesitas, yang berkontribusi terhadap risiko DVT.
Mencegah DVT: Tips Perjalanan
Bila bepergian selama lebih dari empat jam, hindarilah pakaian yang ketat dan minum banyak air. Bangunlah dan berjalan-jalan paling tidak setiap dua - tiga jam. Jika Anda harus tetap tinggal di tempat duduk Anda, temukan cara untuk menjaga kaki tetap aktif. Cobalah mengepal dan melepaskan otot-otot kaki Anda atau mengangkat dan menurunkan tumit dengan jari-jari kaki di lantai. Dan pastikan untuk banyak melakukan tamasya dengan berjalan kaki ketika Anda tiba.

Artikel bersumber dari:
http://www.ahliwasir.com/products/501/0/Deep-Vein-Thrombosis-DVT/

Thursday, 19 March 2015

Perjalanan Hidup dengan AIHA (Berbagi Ilmu itu Indah^_^)

Posted by my blog is my life on Thursday, March 19, 2015 with 90 comments
Assalamualaikum sahabat-sahabatku ^_^ Alhamdulillah akhirnya masih diberi kesempatan untuk bisa berbagi kisah dan pengalaman yang tentunya bisa bermanfaat untuk kalian semua. Aku selalu berharap mudah-mudahan postinganku selalu bisa bermanfaat dan bisa menjadi motivasi untuk kalian yang membaca agar selalu bersyukur dengan apa yang kalian miliki sekarang. Karena di luar sana masih banyak orang yang mungkin tidak memiliki apa yang kalian miliki sekarang. Selalu bersyukur dan jangan suka mengeluh yaaa^_^ tetap semangat kawan.
Pada postingan sebelumnya aku bercerita tentang diagnosa dokter yang mengatakan bahwa aku terkena didiagnosa terkena anemia hemolitik. Sekarang alangkah baiknya kalau aku sedikit memberikan penjelasan tentang apa itu penyakit anemia hemolitik?
Sejak dokter pertama kali mendiagnosa kalau aku terkena penyakit itu aku selalu melalui artikel yang aku peroleh dari hasil browsing. Dari hasil browsing aku memperoleh informasi dan gambaran tentang apa itu anemia hemolitik.



Artikel pertama bersumber dari : http://tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com/2013/04/gejala-dan-peyebab-anemia-hemolitik.html

Penyakit anemia hemolitik
adalah salah satu jenis penyakit kekurangan darah yang disebabkan oleh meningkatnya proses penghancuran sel darah merah dalam tubuh. Apabila dibiarkan tentu keadaan seperti ini akan berdampak buruk pada penderita. Pada kondisi normal, sel darah merah akan bertahan dalam waktu 120 hari, namun pada penderita anemia hemolitik penghancuran sel darah merah terjadi lebih cepat. Hal ini akan menyebabkan penurunan sel darah merah, yang bersifat sementara atau secara terus menerus.

Gejala Anemia Hemolitik
Gejala anemia hemolitik hampir sama dengan anemia yang lain. Kadang-kadang gejala hemolisis terjadi secara tiba-tiba, terasa sangat berat dan menyebabkan krisis hemolitik, yang ditandai dengan:
§ Menggigil
§ Demam
§ Perasaan melayang
§ Nyeri punggung dan nyeri lambung
§ Penurunan tekanan darah.
§ Sakit kuning (jaundice) dan air kemih yang berwarna gelap bisa terjadi karena bagian dari sel darah merah yang hancur masuk ke dalam darah.
§ Limpa membesar karena menyaring sejumlah besar sel darah merah yang hancur, sehingga sering menyebabkan nyeri perut.

Penyebab Lain Anemia Hemolitik
Penyakit anemia sering terjadi akibat dari sumsum tulang tidak mampu mengatasi akibat dari usia sel darah merah yang pendek, atau bisa juga terjadi akibat gangguan dari beberapa faktor. Sumsum tulang akan berusaha mengganti dan mempercepat pembentukan sel darah merah, dan apabila keadaan tersebut terjadi terus menerus akan menyebabkan anemia hemolitik. Terjadinya seseorang menderita penyakit anemia hemolitik yaitu akibat dari adanya beberapa faktor yang menjadi pemicunya, seperti :
§ Adanya kelainan pada sel darah merah pada tubuh (seperti adanya kelainan kelainan pada kandungan hemoglobin, kelainan pada fungsi sel darah merah, dll).
§ Ada penyakit tertentu (seperti penyakit kanker tertentu terutama limfoma atau lupus eritematosus sistemik).
§ Konsumsi obat-obatan tertentu (seperti dapson, metildopa, hingga golongan sulfa).
§ Terjadi sumbatan pada pembuluh darah.
§ Terjadi pembesaran pada limpa.
§ Sistem kekebalan yang menghancurkan reaksi autoimun.
Apabila anda orang didekat anda mengalami gejala penyakit ini, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk pengobatan. Apabila Anemia hemolisis yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan batu empedu yang berpigmen, dimana batu empedu berwarna gelap yang berasal dari pecahan sel darah merah.

Dan dari artikel kedua yang mewakili penjelasan dari Anemia Hemolitik, bersumber dari: http://indonesiaindonesia.com/f/13478-anemia-hemolitik/

DEFINISI
Anemia Hemolitik adalah anemia yang terjadi karena meningkatnya penghancuran sel darah merah. Dalam keadaan normal, sel darah merah mempunyai waktu hidup 120 hari. Jika menjadi tua, sel pemakan dalam sumsum tulang, limpa dan hati dapat mengetahuinya dan merusaknya.
Jika suatu penyakit menghancurkan sel darah merah sebelum waktunya (hemolisis), sumsum tulang berusaha menggantinya dengan mempercepat pembentukan sel darah merah yang baru, sampai 10 kali kecepatan normal. Jika penghancuran sel darah merah melebihi pembentukannya, maka akan terjadi anemia hemolitik.

PEMBESARAN LIMPA
Banyak penyakit yang dapat menyebabkan pembesaran limpa. Jika membesar, limpa cenderung menangkap dan menghancurkan sel darah merah; membentuk suatu lingkaran setan, yaitu semakin banyak sel yang terjebak, limpa semakin membesar dan semakin membesar limpa, semakin banyak sel yang terjebak.
Anemia yang disebabkan oleh pembesaran limpa biasanya berkembang secara perlahan dan gejalanya cenderung ringan. Pembesaran limpa juga seringkali menyebabkan berkurangnya jumlah trombosit dan sel darah putih. Pengobatan biasanya ditujukan kepada penyakit yang menyebabkan limpa membesar. Kadang anemianya cukup berat sehingga perlu dilakukan pengangkatan limpa (splenektomi).

KERUSAKAN MEKANIK PADA SEL DARAH MERAH
Dalam keadaan normal, sel darah merah berjalan di sepanjang pembuluh darah tanpa mengalami gangguan. Tetapi secara mekanik sel darah merah bisa mengalami kerusakan karena adanya kelainan pada pembuluh darah (misalnya suatu aneurisma), katup jantung buatan atau karena tekanan darah yang sangat tinggi. Kelainan tersebut bisa menghancurkan sel darah merah dan menyebabkan sel darah merah mengeluarkan isinya ke dalam darah.
Pada akhirnya ginjal akan menyaring bahan-bahan tersebut keluar dari darah, tetapi mungkin saja ginjal mengalami kerusakan oleh bahan-bahan tersebut. Jika sejumlah sel darah merah mengalami kerusakan, maka akan terjadi anemia hemolitik mikroangiopati. Diagnosis ditegakkan bila ditemukan pecahan dari sel darah merah pada pemeriksaan contoh darah dibawah mikroskop. Penyebab dari kerusakan ini dicari dan jika mungkin, diobati.

REAKSI AUTOIMUN
Kadang-kadang sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan fungsi dan menghancurkan selnya sendiri karena keliru mengenalinya sebagai bahan asing (reaksi autoimun). Jika suatu reaksi autoimun ditujukan kepada sel darah merah, akan terjadi anemia hemolitik autoimun.
Anemia hemolitik autoimun memiliki banyak penyebab, tetapi sebagian besar penyebabnya tidak diketahui (idiopatik). Diagnosis ditegakkan jika pada pemeriksaan laboratorium ditemukan antibodi (autoantibodi) dalam darah, yang terikat dan bereaksi terhadap sel darah merah sendiri. Anemia hemolitik autoimun dibedakan dalam dua jenis utama, yaitu anemia hemolitik antibodi hangat (paling sering terjadi) dan anemia hemolitik antibodi dingin.
Anemia Hemolitik Antibodi Hangat.
Anemia Hemolitik Antibodi Hangat adalah suatu keadaan dimana tubuh membentuk autoantibodi yang bereaksi terhadap sel darah merah pada suhu tubuh. Autoantibodi ini melapisi sel darah merah, yang kemudian dikenalinya sebagai benda asing dan dihancurkan oleh sel perusak dalam limpa atau kadang dalam hati dan sumsum tulang. Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita.
Sepertiga penderita anemia jenis ini menderita suatu penyakit tertentu (misalnya limfoma, leukemia atau penyakit jaringan ikat, terutama lupus eritematosus sistemik) atau telah mendapatkan obat tertentu, terutama metildopa. Gejalanya seringkali lebih buruk daripada yang diperkirakan, mungkin karena anemianya berkembang sangat cepat. Limpa biasanya membesar, sehingga bagian perut atas sebelah kiri bisa terasa nyeri atau tidak nyaman.
Pengobatan tergantung dari penyebabnya. Jika penyebabnya tidak diketahui, diberikan kortikosteroid (misalnya prednison) dosis tinggi, awalnya melalui intravena , selanjutnya per-oral (ditelan). Sekitar sepertiga penderita memberikan respon yang baik terhadap pengaobatan tersebut. Penderita lainnya mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat limpa, agar limpa berhenti menghancurkan sel darah merah yang terbungkus oleh autoantibodi. Pengangkatan limpa berhasil mengendalikan anemia pada sekitar 50% penderita. Jika pengobatan ini gagal, diberikan obat yang menekan sistem kekebalan (misalnya siklosporin dan siklofosfamid).
Transfusi darah dapat menyebabkan masalah pada penderita anemia hemolitik autoimun. Bank darah mengalami kesulitan dalam menemukan darah yang tidak bereaksi terhadap antibodi, dan transfusinya sendiri dapat merangsang pembentukan lebih banyak lagi antibodi.
Anemia Hemolitik Antibodi Dingin
Anemia Hemolitik Antibodi Dingin adalah suatu keadaan dimana tubuh membentuk autoantibodi yang bereaksi terhadap sel darah merah dalam suhu ruangan atau dalam suhu yang dingin.
Anemia jenis ini dapat berbentuk akut atau kronik. Bentuk yang akut sering terjadi pada penderita infeksi akut, terutama pneumonia tertentu atau mononukleosis infeksiosa. Bentuk akut biasanya tidak berlangsung lama, relatif ringan dan menghilang tanpa pengobatan. Bentuk yang kronik lebih sering terjadi pada wanita, terutama penderita rematik atau artritis yang berusia diatas 40 tahun.
Bentuk yang kronik biasanya menetap sepanjang hidup penderita, tetapi sifatnya ringan dan kalaupun ada, hanya menimbulan sedikit gejala. Cuaca dingin akan meningkatkan penghancuran sel darah merah, memperburuk nyeri sendi dan bisa menyebabkan kelelahan dan sianosis (tampak kebiruan) pada tangan dan lengan. Penderita yang tinggal di daerah bercuaca dingin memiliki gejala yang lebih berat dibandingkan dengan penderita yang tinggal di iklim hangat.
Diagnosis ditegakkan jika pada pemeriksaan laboratorium ditemukan antibodi pada permukaan sel darah merah yang lebih aktif pada suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh. Tidak ada pengobatan khusus, pengobatan ditujukan untuk mengurangi gejala-gejalanya. Bentuk akut yang berhubungan dengan infeksi akan membaik degnan sendirinya dan jarang menyebabkan gejala yang serius. Menghindari cuaca dingin bisa mengendalikan bentuk yang kronik.

HEMOGLOBINURIA PAROKSISMAL NOKTURNAL
Hemoglobinuria Paroksismal Nokturnal adalah anemia hemolitik yang jarang terjadi, yang menyebabkan serangan mendadak dan berulang dari penghancuran sel darah merah oleh sistem kekebalan. Penghancuran sejumlah besar sel darah merah yang terjadi secara mendadak (paroksismal), bisa terjadi kapan saja, tidak hanya pada malam hari (nokturnal), menyebabkan hemoglobin tumpah ke dalam darah. Ginjal menyaring hemoglobin, sehingga air kemih berwarna gelap (hemoglobinuria). Anemia ini lebih sering terjadi pada pria muda, tetapi bisa terjadi kapan saja dan pada jenis kelamin apa saja.
Penyebabnya masih belum diketahui. Penyakit ini bisa menyebabkan kram perut atau nyeri punggung yang hebat dan pembentukan bekuan darah dalam vena besar dari perut dan tungkai. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium yang bisa menemukan adanya sel darah merah yang abnormal, khas untuk penyakit ini. Untuk meringankan gejala diberikan kortikosteroid (misalnya prednison). Penderita yang memiliki bekuan darah mungkin memerlukan antikoagulan (obat yang mengurangi kecenderungan darah untuk membeku, misalnya warfarin). Transplantasi sumsum tulang bisa dipertimbangkan pada penderita yang menunjukkan anemia yang sangat berat.

PENYEBAB
Sejumlah faktor dapat meningkatkan penghancuran sel darah merah:
- Pembesaran limpa (splenomegali)
- Sumbatan dalam pembuluh darah
- Antibodi bisa terikat pada sel darah merah dan menyebabkan sistem kekebalan menghancurkannya dalam suatu reaksi autoimun
- Kadang sel darah merah hancur karena adanya kelainan dalam sel itu sendiri (misalnya kelainan bentuk dan permukaan, kelainan fungsi atau kelainan kandungan hemoglobin)
- Penyakit tertentu (misalnya lupus eritematosus sistemik dan kanker tertentu, terutama limfoma)
- Obat-obatan (misalnya metildopa, dapson dan golongan sulfa).

GEJALA
Gejala dari anemia hemolitik mirip dengan anemia yang lainnya. Kadang-kadang hemolisis terjadi secara tiba-tiba dan berat, menyebabkan krisis hemolitik, yang ditandai dengan:
- demam
- menggigil
- nyeri punggung dan nyeri lambung
- perasaan melayang
- penurunan tekanan darah yang berarti.
- Sakit kuning (jaundice) dan air kemih yang berwarna gelap bisa terjadi karena bagian dari sel darah merah yang hancur masuk ke dalam darah.
- Limpa membesar karena menyaring sejumlah besar sel darah merah yang hancur, kadang menyebabkan nyeri perut.
Hemolisis yang berkelanjutan bisa menyebabkan batu empedu yang berpigmen, dimana batu empedu berwarna gelap yang berasal dari pecahan sel darah merah.

Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan buat kita semua \^_^/